penyebab dan gejala tipes beserta tips and triknya
Hai, selamat datang Kembali di kesempatan lain di artikel kali ini. Bagaimana kabar netter semoga baik-baik saja. Kali ini saya ingin membahas sesuatu yang sering terjadi di masyarakat terutama kaum muda dan anak-anak. Penyakit ini sering menimbulkan gejala perut, dan sering dikaitkan dengan makanan yang kurang bersih. Ya ini adalah penyakit demam tifoid. Mari kita simak penjelasannya ya.
Penyakit demam tifoid atau yang umum
dikenal dengan tipes adalah sebuah penyakit yang biasanya terkait dengan kebersihan
lingkungan tempat tinggal anda. Penyakit ini disebabkan oleh bakteri Bernama salmonella
thypi.
Menurut pengalaman saya penyakit ini
sering saya temukan Ketika bertugas atau berpraktek di daerah yang kumuh dan
tidak terawatt kebersihannya. Pasien yang terdampak biasanya anak-anak namun ada
juga pasien dewasa.
Bakteri ini sangat menyukai tempat tinggal
yang tidak bersih alias kotor. Di negara Indonesia penyakit ini banyak sekali
terjadi di berbagai daerah bahkan ada yang mengatakan endemis. Sehingga kita
harus waspada terhadap kemunculan penyakit ini karena biasanya demam tifoid ini
tidak diawali dengan gejala demam.
Namun gejala yang dapat muncul biasanya
hanyalah seperti kurang fit atau tidak bertenaga selama beberapa hari. Maka dari
itu lebih baik kita menjaga makanan yang kita makan, khususnya apabila kita
berada pada tempat yang kurang begitu baik kondisi lingkungannya sehingga kita dapat
terhindar dari penyakit ini.
Apabila kita tidak dapat menghindari tempat
tinggal atau tinggal di lingkungan yang sekiranya kurang bersih maka penting
untuk membersihkan makanan yang kita akan makan seperti bahan makanan
sayur-sayuran atau buah-buahan.
Penyebab penyakit tifoid
Seperti yang sudah disinggung diatas
penyakit tifoid diakibatkan oleh kuman Bernama salmonella thypi yang keberadaannya
sangat banyak di Indonesia dan merupakan bakteri endemis yang memang banyak di
negara ini.
Bakteri ini sendiri merupakan jenis bakteri
yang masuk dari saluran cerna dan umumnya bersifat gram negative atau yang sering
dikenal di dunia medis dengan sifat suka menginfeksi saluran cerna bagian
bawah.
Sifat dari bakteri ini sangatlah invasive sehingga
berbahaya bagi tubuh penderitanya sehingga Tindakan pencegahan harus ditempuh. Bakteri
salmonella ini Ketika masuk kedalam tubuh si penderita maka akan masuk melalui
saluran cerna. Diawali dengan masuknya kuman lewat makanan atau minuman yang terkontaminasi
dengan kuman tersebut.
Setelah kuman tersebut berhasil termakan
oleh si penderita dan masuk ke dalam lambung maka selanjutnya akan diteruskan
ke usus, nah di usus inilah kuman tersebut melakukan Tindakan infiltrasi ke
dalam jaringan tubuh kita yang lebih dalam. Dimana kuman ini akan merusak
jaringan yang ada di dalam usus kita dan masuk ke dalam jaringan limfatik dan
lalu menyebarkan diri ke semua bagian tubuh si penderita.
Biasanya pada Tindakan infiltrasi yang pertama
ini pasien tidak akan mengalami gejala alias asimptomatik dan paling yang
dirasakan oleh pasien adalah badan tidak fit dan mulai terasa ada yang salah
dengan tubuhnya namun belum muncul gejala yang pasti seperti demam dan muntah.
Nah, baru setelah kuman ini bereplikasi di
tubuh si penderita maka setelah banyak dan tersebar di semua tempat di tubuh
maka akan muncul gejala berupa demam, mual, muntah, dan ada juga gejala
pencernaan yang lainnya seperti sakit perut dan diare.
Kuman ini juga memiliki toxin atau racun
yang Ketika dilepaskan oleh kuman tersebut akan menimbulkan gejala seperti
diatas tadi.
Gejala yang dapat muncul
Seperti yang Sudah diceritakan diatas,
gejala yang dapat muncul bisa seperti demam setelah melewati beberapa hari masa
inkubasi dari kuman tersebut.
Masa inkubasi adalah masa dimana kuman tersebut
masuk dalam tubuh penderita dan mulai memasuki bagian-bagian tubuh kita dan
memperbanyak diri menjadi ratusan bahkan jutaan.
Setelah memperbanyak diri dan menyebar
serta menimbulkan gejala yang bisa membuat penderita mencari dokter biasanya
setelah 4 atau 5 hari pasca merasa badan tidak enak.
Awalnya pasien hanya merasakan tidak enak
badan disertai demam ringan. Lalu seiring berjalannya waktu gejala yang dialami
oleh pasien dapat terjadi perburukan yang dimana pasien mulai mengalami gejala
perut biasanya berupa nyeri ulu hati atau terasa tidak enak di bagian perut tengah seperti
terasa ususnya bergejolak.
Sampai disini biasanya pasien mulai tidak
merasa nyaman dengan apa yang dialaminya sehingga mulai mencari dokter terdekat.
Lalu pasien biasanya juga datang dengan keluhan mual dan muntah disertai diare.
Dalam kondisi tahap ini maka pasien harus
dapat menjaga asupan cairan yang dikonsumsinya, jangan sampai kurang karena
apabila diare yang dialami oleh pasien cukup parah maka pasien dapat jatuh
kedalam fase dehidrasi yang bisa menyebabkan pingsan karena kekurangan cairan
tubuh.
Selain asupan cairan yang harus dijaga
oleh pasien. Ada hal lain yang harus diperhatikan seperti makanan yang pedas. Karena
kandungan yang terdapat didalam cabai atau yang kita kenal dengan capcaicin
bisa mengiritasi system digestif kita, sehingga memperburuk situasi yang sudah
diciptakan oleh kuman tadi.
Karena kuman salmonella ini dapat bersifat
merusak mukosa system pencernaan kita dengan membuat perlukaan di dinding saluran
cerna mereka masuk ke dalam tubuh kita dan berkembangbiak dan akhirnya menyebar
dan menimbulkan gejala.
Jadi perlu diingat agar menjaga asupan
cairan dan jangan makan makanan yang pedas yah. Sehingga menghindarkan dari
memburuknya gejala yang sudah ada.
Dan juga apabila didapatkan gejala saluran
cerna yang cukup parah misalkan diare yang banyak. Selain asupan cairan yang
harus dijaga, perlu diketahui bahwa pada demam tifoid banyak terjadi kerusakan
jaringan saluran cerna. Maka system digestif kita juga pasti akan mengalami
penurunan secara kemampuan dan fungsi mencerna. Sebaiknya dikurangi konsumsi makanan
yang banyak mengandung serat yang tinggi yang umum dari contoh makanan yang
tinggi serat adalah sayur dan buah.
Namun apabila pasien memiliki daya tahan
tubuh yang baik walaupun pada umumnya tetap membutuhkan bantuan medis berupa supervisi
dari segi makanan, intake cairan dan juga obat-obatan. Biasanya penderita akan
sembuh total.
Take home message
Jadi sampai disini saya harapkan netters
mendapat insight yang cukup tentang bagaimana menjaga agar pasien tidak jatuh
terlalu jauh Ketika menderita penyakit ini. Agar bisa dipantau dari segi
makanan dan minuman yang dikonsumsi oleh pasien agar tercukupi dan hindari yang
kotor agar tidak memperparah kondisi yang dialami oleh pasien. Dan juga
menghindari makanan yang memperburuk kondisi seperti sayuran, buah, dan makanan
yang pedas agar apabila terdapat diare pada pasien tidak memperparah diare
tersebut. Mungkin sampai disini artikel tentang penyakit tifoid kali ini, saya
ucapkan terimakasih telah membaca dan semoga apabila bermanfaat dapat disebar
ke pembaca yang lain. Sekian terimakasih dan see you later.

Komentar
Posting Komentar